Berwisata ke Jogja!


Untuk kamu yang ingin berlibur murah dan mencoba bertualang ala “backpackers” ngga ada salahnya mencoba alternatif liburan ke Yogyakarta, Kota yang dikenal sebagai kota pelajar ini menghadirkan keramahan masyarakatnya yang dijamin membuat anda serasa berada dirumah sendiri.

Berwisata ke Yogyakarta adalah petualangan backpacker pertama bagi saya, setelah merasa penat dengan beban pekerjaan, dan kehidupan Jakarta yang semakin tidak terkendali, akhirnya berangkatlah saya bersama teman-teman menuju Yogyakarta, dimulai perjalanan ke Stasiun senen dengan Tiket Bisnis KA yang sudah dipesan 1 minggu sebelumnya, karena pada awalnya kami berpikir, lebih enak naik Kereta bisnis untuk perjalanan awal, karena waktu yang kita ambil selepas pulang kantor..(hehehe maksudnya ngga mau berdesak-desakan ria di Kereta Ekonomi).

Tepat pukul 19.30 WIB kereta meluncur dari Stasiun senen dan tiba di Yogyakarta pukul 05.00 pagi, dijemput seorang teman yang sudah menunggu di Stasiun Tugu untuk mengantar kami ke penginapan. Setelah tiba di Penginapan, beristirahat sejenak, dan bersiap-siap menjelajahi Kawasan Malioboro, cuaca cukup panas ketika kami berjalan-jalan tapi tidak sepanas Kota Jakarta, para tukang becak menawarkan diri untuk mengantar kami ke Pusat Oleh-oleh dan Pengrajin Kaos serta Batik, hmmmm….baru sampai masa udah mau beli oleh-oleh?bisa habis duluan dimakan sendiri nanti..heheheh…akhirnya kami memutuskan untuk berjalan kaki sebentar menuju Benteng Vrederburg, yang menurut informasi tempat tersebut bagus untuk Foto-Foto, (tapi berhubung terlalu siang dan matahari tidak terlalu bersahabat dengan lensa kamera saya, sehingga saya tidak bergairah untuk mengambil gambar-gambar).

Oiya di yogyakarta selain abang tukang becak yang bisa menolong kita mengelilingi indahnya Kota Yogyakarta, ada salah satu Angkutan Umum, Trans Jogja namanya, hmmmm..seperti Busway sih kalo dijakarta, cukup dengan 3000rupiah kita bisa berputar-putar di Jogja, tinggal tanya saja kepada Petugas Trans Jogja kemana arah tujuan kita, dan dengan hangat mereka memberikan informasi yang cukup jelas untuk kamu-kamu yang merasa belum paham dengan Yogyakarta.

Di salah satu blog pernah saya membaca sebuah artikel tentang yogyakarta, disebutkan disana “berhati-hatilah terhadap jasa tukang becak yang menawarkan berkeliling ke pusat oleh-oleh dengan hanya 5000 rupiah saja,karena menurut artikel tersebut para tukang becak tersebut bersekongkol dengan para pengusaha pusat oleh-oleh agar wisatawan membeli barang dagangannya. Hal tersebut membuat penasaran saya, akhirnya saya coba menggunakan jasa tukang becak tersebut, dan sesampainya di tempat oleh-oleh, saya sengaja menunggu di luar dan coba bercengkrama dengan si abang becak, mencoba mengorek keterangan sementara teman-teman saya yang lain sibuk dengan oleh-oleh yang hendak dibelinya.

Dari hasil obrolan santai saya dengan abang tukang becak tersebut, saya mendapat informasi bahwa memang benar mereka membawa kita mengunjungi pusat oleh-oleh tersebut agar mendapat “persenan” dari pengelola toko, tapi “persenan” tersebut hanya berupa “Kupon” yang bisa ditukarkan setiap Hari raya Lebaran dengan Sembako, atau kaos-kaos, tapi mereka tidak pernah memaksa kepada kita untuk membeli, semua tergantung dari kita saja terbukti semua pengunjung di Pusat oleh-oleh tersebut bebas memilih dan membeli sebanyak yang mereka mau, tidak ada unsur paksaan dari pengelola Toko oleh-oleh ataupun dari abang tukang becak sekalipun.Kalau menurut saya sah-sah saja mereka (para tukang becak) tersebut berusaha mencari tambahan penghasilan untuk keluarganya dengan cara seperti itu, toh mereka tidak memaksa kepada kita, jika kamu keberatan dengan tawaran tukang tersebut, tolak lah dengan halus, mereka cuma berusaha mencari rejeki dengan halal untuk keluarganya di rumah.

Demikian sedikit cerita-cerita pengalaman wisata dari saya, semoga bermanfaat, oiya tips dari saya adalah:

1. Sediakan uang receh yang banyak, karena banyaknya seniman jalanan yang menghampiri kita ketika makan di pinggiran jalan Malioboro.

2. Dan jika kamu hendak membeli oleh-oleh, pintar-pintar lah menawar dengan sopan, kalau ngga niat membeli jangan menawar.

3. Ada baiknya ketika pertama kali menginjakan kaki di tempat wisata, cobalah ke Pusat Informasi Wisata/ Tourist Information Centre, disana kamu bisa mendapatkan informasi wisata tentang daerah yang kamu kunjungi atau minimal sebuah peta wisata bisa kamu peroleh disana untuk panduan berwisata.

4. Browsing-browsing tentang informasi tempat wisata yang hendak kamu kunjungi lewat Internet, agar kamu punya pandangan sedikit tentang daerah tersebut.

5. Rencanakan liburan kamu dengan matang agar sesampainya disana kamu tidak bingung mau berkunjung kemana

6. Pesanlah tiket pulang jauh hari sebelumnya, agar kamu bisa berwisata dengan lebih tenang

7. Bawa uang lebih untuk kebutuhan tidak terduga, siapa tau kamu “Khilaf” ketika berbelanja, hehehehe

Rekaman Lensa_Part 1_Taman Mini Inside